Indonesia Tanpa Garuda Indonesia, Apakah Mungkin Akan Terjadi?

pesawat garuda indonesia yang sedang mengudara

Salah satu area yang paling banyak mendapatkan penurunan besar-besaran di era Covid 19 adalah area wisata dan transportasi umum. Tidak terkecuali Garuda sebagai maskapai terbesar di Indonesia. Saat ini Garuda memang cukup banyak disoroti karena terus merugi. Tidak seperti member situs judi terpercaya Lexus365 yang jarang merugi, karena sering mendapatkan jackpot puluhan juta rupiah.

Pengeluaran dan pemasukan  Garuda Indonesia

Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang sangat besar. Bisa dibilang maskapai penerbangan ini memberikan layanan penerbangan yang paling berkualitas. Inilah yang menyebabkan pengeluaran internal maskapai ini memang cukup besar.

Sayangnya pengeluaran maskapai yang besar ini tidak diimbangi dengan biaya pemasukan yang seimbang. Mengapa? Hal ini disebabkan karena maskapai penerbangan ini ikut terdampak Covid 19. Bukan hanya banyak masyarakat yang enggan  untuk menggunakan maskapai ini tapi pemerintah juga melarang penggunaan alat transportasi umum secara keras selama puncak pandemi Covid 19 yang lalu.

Hal inilah yang menyebabkan Garuda mengalami besar pasak daripada tiang. Lalu beberapa memangnya selisih pengeluaran dan pemasukan dari Garuda Indonesia ini? Untuk pemasukannya Garuda tiap bulannya masih bisa mendapatkan masukan dana sebesar USD 50 juta dari kegiatan bisnisnya. Cukup besar bukan? Akan tetapi ternyata biaya bulanan yang dikeluarkan oleh maskapai ini bisa mencapai USD 150 juta setiap bulannya.

Biaya ini sangat beragam kegunaannya, seperti untuk maintenance pesawat hingga gaji pegawai dan juga petinggi Garuda seperti komisaris. Jadi jika dilihat hampir tiap bulannya Garuda merugi sebanyak USD 100 juta atau jika dirupiahkan menjadi IDR 1,43 triliun.

Acuan opsi penyelamatan Garuda

Sebagai salah satu perusahaan BUMN, Garuda mendapatkan perhatian khusus. Banyak opsi yang diajukan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan ini. Beberapa opsi yang diajukan untuk menyelamatkan maskapai burung besi ini antara lain adalah :

Upaya suntik modal dari pemerintah

Opsi pertama adalah untuk memberikan suntikan dana pada maskapai penerbangan ini. Sebagai BUMN, pemerintah diharapkan untuk memberikan bantuan pada maskapai ini agar bisa terus mengudara hingga kondisi perekonomian menjadi lebih stabil.

·         Restrukturisasi Garuda untuk perlindungan kebangkrutan

Langkah selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi Garuda. Restrukturisasi yang dimaksud ini adalah sebuah upaya untuk merombak struktur organisasi Garuda untuk meminimalkan biaya operasional

·         Mendirikan maskapai nasional baru untuk menggantikan Garuda

Hal lain yang menjadi solusi untuk menyelamatkan Garuda adalah dengan mendirikan maskapai nasional baru. Selama Garuda melakukan restrukturisasi, maskapai baru inilah yang akan menggantikan peran Garuda dalam melayani rute penerbangan domestik.

·         Melakukan likuidasi Garuda serta memberikan kesempatan pada pihak maskapai swasta

Dengan kekosongan yang disebabkan karena likuidasi Garuda, opsi selanjutnya adalah membiarkan swasta mengambil alih. Akan tetapi dengan catatan bahwa swasta harus menaikkan layanan udara dengan memberikan pajak bandara yang lebih besar dan mengurangi subsidi rute perjalanan.

Opsi terakhir yaitu likuidasi Garuda dan menyerahkan rute penerbangan ke swasta merupakan salah satu opsi paling sadis dan menakutkan. Karena artinya Indonesia tidak akan memiliki maskapai penerbangan nasional yang bisa dibanggakan lagi.

Rencana Erick Thohir untuk menyelamatkan Garuda

Selain opsi yang disebutkan sebelumnya, Erick Thohir selaku menteri BUMN menyatakan ada beberapa opsi yang mungkin digunakan untuk menyelamatkan maskapai nasional kebanggaan Indonesia ini. Beberapa opsi penyelamatan Garuda ini antara lain adalah

·         Mengurangi komisaris Garuda

Sempat muncul beberapa opsi mengenai restrukturisasi Garuda Indonesia. Hal ini juga menjadi salah satu opsi yang paling memungkinkan menurut Erick Thohir. Sesungguhnya ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa beberapa komisaris rela tidak mendapatkan gaji. Hal ini mendapatkan pujian dari Erick Thohir, meski begitu, beliau-nya tetap menganggap pengurangan komisaris tetap menjadi solusi paling menguntungkan untuk menyelamatkan maskapai penerbangan ini.

Dalam konferensi pers di Kementerian BUMN yang dilakukan hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 di Jakarta Pusat, Erick menyatakan bahwa beliau berencana untuk mengurangi komisaris Garuda hingga tersisa 1 atau 2 komisaris saja. Semuanya bertujuan untuk membantu mengurangi biaya operasional dan beban internal dari Garuda sendiri.

·         Pensiun dini pada karyawannya

Selain itu, rencana selanjutnya yang dibuat oleh Erick Thohir dalam upaya menyelamatkan Garuda adalah dengan memberikan pensiun dini pada karyawannya. Pensiun dini ini memberikan beban berupa pesangon pada karyawan tapi dapat mengurangi beban bulanan dari maskapai tersebut.

Meski akan menawarkan pensiun dini pada karyawan, Erick juga menyatakan bahwa ia akan mempertahankan para pilot, kru dan juga pegawai Garuda Indonesia yang lainnya yang jumlahnya sekitar 1.300 orang pegawai.

Opsi ini tetap dinilai lebih baik dibandingkan dengan melakukan likuidasi Garuda. Akan tetapi opsi-opsi di atas masih sekedar opsi yang belum tentu akan dijalankan. Yang jelas saat ini Garuda Indonesia sedang berfokus para restrukturisasi untuk mengurangi biaya operasional yang memang sangat besar guna menyesuaikan pemasukan yang mereka miliki.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *